An Analysis of Gender Interpretation of the Phenomenon of Gamophobia
DOI:
https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v9i2.2049Keywords:
Gamophobia, Fairness, Bias, Interpretation, Al-Qur'anAbstract
Gamophobia is a symptom that appears based on fear of marriage. There are several factors that make someone afraid to get married, including fear of losing their career and not wanting to be tied down by marriage. The aim of this research is to find out how the gamophobia phenomenon is viewed from a gender fair interpretation. This research uses qualitative research methods, descriptive analysis. As for collecting data using a library study approach. The results of this research are that talking about gamophobia, there are several reasons why someone chooses not to get married. Of the many problems that occur in cases of fear of marriage, there is fear of economic problems, past trauma, and bad experiences. However, if you look at the gender fair interpretation, there are several mufassir figures who choose not to marry because they want to dedicate their lives to worship and practicing knowledge.
Downloads
References
Adha Eugenio Akbarandi, “Analisis Maslahah Terhadap Pandangan Penderita Gamophobia Tentang Pernikahan” (Skripsi, Surabaya, UIN SUnan Ampel, 2023).
Ali Abdul Halim, Pendidikan Ruhani, Jakarta: Gema Insani Press, 2000. Hal 47.
Alit Sutrisna Wati, “Penerapan Client Center Counseling Pada Remaja Akhir Yang Menderita Gamophobia (Studi Kasus Di Kampung Malanggah Kecamatan Tanjung Teja, Kabupaten Serang, Banten)” (Skripsi, Banten, UIN Sultan Maulana Hasanuddin, 2021).
Ashraf Muhammad Dawabah, Muslimah Karier (Sidoarjo: Mashun, 2009), 6.
Atrup and Dwi Fatmawati, “Hipnoterapi Teknik Regression Therapy Untuk Menangani Penderita Glassophobia Siswa Sekolah Menengah Pertama,” Jurnal PINUS 3 (2) (2018): 140.
Diyan Yusri, “Usia Ideal Perkawinan Perspektif Kompilasi Hukum Islam,” Special Issue Action Research Literate 4 (1) (2020): 16.
Dwi Rahmalia, “Makna Hidup Pada Dewasa Madya yang Belum Menikah”, Kognisi Jurnal, Vol.3, no 1, 2018, hal. 24.
Eka Sulistiyawati, Ach. Faidi Rasyadi, & Rahmat. (2025). Textual Authority and Gender Justice: Interpretation of the Verse of Women’s Testimony in Qs. Al-Baqarah (2): 282 from a Hermeneutical Perspective by Khaled M. Abou El-Fadlaled M. Abou El-Fadl. Al-Bunyan: Interdisciplinary Journal of Qur’an and Hadith Studies, 3(2), 148–159. https://doi.org/10.61166/bunyan.v3i2.49
Eni Zulaiha, Diskursus Tafsir Feminis Dalam Islam (Bandung: Values Institute, 2024), 308.
Eugenio Akbarandi, “Analisis Maslahah Terhadap Pandangan Penderita Gamophobia Tentang Pernikahan,” 37.
Fahruddin Faiz, menjadi Manusia, Menjadi Hamba, Jakarta: Noura Books, 2020, hal. 91.
Gus Arifin, Menikah Untuk Bahagia, Jakarta: Quanta, 2020, hal. 95.
Halimah Bashri, “Konsep Relasi Jender Perspektif Al-Qur’an” (DIsertasi, Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah, 2017), 5.
Hanifah Putri Rizkiyani, “Gangguan Gamophobi Di Kalangan Generasi Z UIN Maulana Mallik Ibrahim Malang Analisis Maqashid Syariah” (Skripsi, Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim, 2024), 4.
Irwan Abdullah, Kontruksi Dan Reproduksi Kebudayaan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006), 213.
Kamisatuddhuha, “Pernikahan Dalam Perspektif Al-Qur’an (Solusi Terhadap Fenomena Takut Menikah)” (Tesis, Jakarta, Insitut PTIQ, 2021).
M. Quraish Shihab, Kaidah Tafsir (Ciputat: Lentera Hati, 2013), 395.
M.M.A Al-Hanafy, Jangan Takut Menikah (Jakarta: MedPress Digital, 2012), 7.
Muhammad Abdullah Darraz, Reformulasi Ajaran Islam: Jihad, Khilafah, Dan Terorisme (Bandung: Mizan, 2017), 293.
Muhammad Al-Ghazali, Dari Hukum Memakai Cadar Hingga Istri Yang Ditalak Tiga, bandung: Mizania, 2015. Hal, 64.
Muhammad Baharun, Islam Idealitas dan Islam Realitas, Depok: Gema Insani, 2012, hal. 197.
Muhammad Thalib, 17 Alasan Membenarkan wanita Menjadi Pemimpin dan Analisisnya, Bnadung: Irsyad Baitus Salam, 2001, hal. 44.
Musdah Mulia, Indahnya Islam Menyuarakan Kesataaarn dan Keadilan Gende, Jogyakarta: Naufan Pustaka, 2014, hal. 47.
Nasaruddin Umar, Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Qur’an, Disertasi (Jakarta: Paramadina, 2001), 74.
Nuril Azizah, “Hadits-Hadits Tentang Keutamaan Nikah Dalam Kitab Lubab Al-Hadits Karya Jalal al-Din Al-Suyuthi,” Dialogia Jurnal Studi Islam Dan Sosial 12 (1), no. Vol. 12 No. 1 (2014): DIAOLOGIA JURNAL STUDI ISLAM DAN SOSIAL (2014): 120.
Putri Rizkiyani, “Gangguan Gamophobi Di Kalangan Generasi Z UIN Maulana Mallik Ibrahim Malang Analisis Maqashid Syariah.”
Putri Rizkiyani, “Gangguan Gamophobi Di Kalangan Generasi Z UIN Maulana Mallik Ibrahim Malang Analisis Maqashid Syariah,” 30.
Sarlito Wirawan Sarwono, Psikologi Remaja (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2002), 89.
Simone de Beauvoir, Perempuan Dan Kreatifitas Dalam Hidup Matinya Sang Pengarang: Esai-Esai Tentang Kepengarangan Oleh Sastrawan Dan Filsuf, Toety Hertaty (Ed) (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2010), 92.
Susan Wright, Be Your Own Therapist (Yogyakarta: Kanisius, 2009), 69.
Tim Pemberdayaan Perempuan Bidang Agama Kementrian Agama RI, Keadilan dan Kesetaraan Gender Perspektif Islam, Jakarta: Kemenag RI, 2001, hal 82-83.
Wahiddin Khan, Anatara Islam dan Barat: Perempuan di Tengan Pergumulan, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2001, hal. 32.
Yulia and Singgih, Psikologi Untuk Keluarga (Jakarta: Libri, 2012), 42.
Zafrulkhan, Rekontruksi Paradigma Maqhasid As-Syari’ah; Kajian Kritis dan Komprehensif, Jogjakarta: IRSCiSoD,2020, hal. 96.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Noor M Rizki Kamils, Ardi Rizkiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












